Selamat datang di Indoasia Aset Manajemen
 
Arus dana asing kembali mengalir ke pasar modal domestik dalam tiga hari perdagangan terakhir. Pada perdagangan Rabu (14/4), investor asing mencetak net buy hingga Rp 1,03 triliun, lalu pada perdagangan Kamis (15/4) tercatat pembelian bersih Rp 291,41 miliar.
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) akan berlangsung pada 19 April hingga 20 April 2021. Diproyeksikan BI bakal mempertahankan suku bunga acuan dalam RDG bulanan kali ini.
Pergerakan bursa Asia kembali bervariasi pada awal perdagangan hari ini. Jumat (16/4), pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 terlihat turun tipis 0,02% ke 29.637,08. Berbeda, indeks Hang Seng menguat 0,12% ke 28.827,17.
Menurut Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana, pengaruh yang akan dirasakan dari kebijakan ini adalah reksadana tidak memiliki kelebihan pajak yang lebih murah apabila PPh obligasi diturunkan menjadi 10%.
Menurut Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana, pengaruh yang akan dirasakan dari kebijakan ini adalah reksadana tidak memiliki kelebihan pajak yang lebih murah apabila PPh obligasi diturunkan menjadi 10%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak bak roller coaster. Kemarin, indeks kembali melesat 2,07% ke level 6.050,28.
Pergerakan bursa Asia yang bervariasi sejalan dengan Wall Street yang juga ditutup mixed. Di mana S&P 500 dan Nasdaq koreksi setelah terseret saham sektor teknologi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada awal perdagangan hari ini. Kamis (15/4) pukul 9.15 WIB, IHSG naik 11,81 poin atau 0,20% ke 6.062,08.
Pergerakan bursa Asia cenderung bervariasi pada perdagangan pagi ini. Rabu (14/4), pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 terlihat melemah 0,51% ke 29.599,30. Berbeda, indeks Hang Seng justru menguat 1,05% ke 28.796,55.
Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali berada dalam tekanan pada awal perdagangan hari ini. Rabu (14/4), rupiah spot dibuka di level Rp 14.610 per dolar Amerika Serikat (AS).
Penawaran pada lelang Surat Utang Negara (SUN) Selasa (13/4) meningkat jika dibandingkan dengan lelang dua pekan lalu.
Harga obligasi negara kembali terkoreksi, setelah sempat menguat di akhir pekan lalu. Koreksi terjadi saat yield US Treasury stagnan di level 1,6%.
Berdasarkan data Infovesta Utama, AUM industri reksadana hingga Maret mencapai Rp 584,76 triliun. Jumlah tersebut turun sekitar 0,82% dari Rp 589,58 triliun di bulan sebelumnya.
Pergerakan bursa Asia bervariasi pada awal perdagangan hari ini. Hal tresebut terjadi karena investor bersikap hati-hati lantaran masih menanti data ekonomi Amerika Serikat (AS).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat namun langsung melemah pada awal perdagangan hari ini. Senin (12/4) pukul 9.10 WIB, IHSG melemah 29,56 poin atau 0,49% ke 6.040,65.
Bursa Asia dibuka bervariasi pada awal perdagangan Kamis (8/4) dengan mayoritas indeks melemah, setelah The Federal Reserve dalam risalah pertemuan terbarunya menegaskan kembali komitmennya untuk mempertahankan suku bunga rendah sampai ekonomi AS benar-benar pulih.
Wall Street ditutup mixed pada akhir perdagangan Rabu (7/4), dengan indeks Nasdaq terkoreksi.
Bursa Asia dibuka menguat pada awal perdagangan Rabu (7/4). Pukul 08.25 WIB, indeks Nikkei 225 menguat 79,01 poin atau 0,45% ke 17.712,56, Taiex naik 39,81 pin atau 0,21% ke 16.774,48, Kospi naik 16,05 poin atau 0,51% ke 3.143,43, ASX 200 naik 36,94 poin atau 0,54% ke 6.922,80, Straits Times naik 8,06 poin atau 0,26% ke 3.216,66 dan FTSE Malaysia naik 7,51 poin atau 0,48% ke 1.586,21.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, penerbitan obligasi dan sukuk korporasi sepanjang kuartal I-2021 sudah mencapai 19 emisi dengan total nilai sebesar Rp 20,58 triliun. Dibanding periode sama tahun sebelumnya, jumlah emisi tersebut meningkat 26,67% dan nilai emisi naik 9,23%.
Nilai tukar rupiah diprediksi kembali menguat pada perdagangan hari ini (7/4). Kombinasi sentimen eksternal dan internal jadi penyokong pergerakan rupiah.
Terms of Use / Privacy and Security © 2013 PT. Indoasia Aset Manajemen All rights reserved